Kampung Durin merupakan salah satu kampung tua di wilayah Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues. Sejarahnya tidak banyak tercatat secara tertulis, namun berkembang dari cerita turun-temurun (sejarah lisan masyarakat Gayo).
Awal Berdirinya
Kampung Durin diperkirakan sudah ada sejak zaman dahulu, jauh sebelum terbentuknya pemerintahan modern.Awalnya merupakan permukiman kecil masyarakat Gayo yang hidup dari bertani dan memanfaatkan hasil hutan.Nama “Durin” diyakini berasal dari kondisi alam atau nama tempat yang digunakan oleh penduduk awal.
Masa Kolonial
Pada awal abad ke-20 (sekitar tahun 1904), wilayah Gayo termasuk Durin pernah menjadi bagian dari jalur ekspedisi Belanda dalam peristiwa Ekspedisi Gayo Alas
Saat itu, daerah ini memiliki posisi strategis dan sempat dijadikan titik pertahanan atau persinggahan.
Perkembangan Pemerintahan
Setelah Indonesia merdeka, Kampung Durin masuk dalam sistem pemerintahan desa (kampung) di AcehSecara administratif berada di Kecamatan Blangkejeren
Kabupaten Gayo Lues sendiri baru resmi terbentuk pada tahun 2002 sebagai pemekaran dari Aceh Tenggara
Kehidupan Masyarakat
Sejak dulu hingga sekarang, masyarakat Kampung Durin:
Mengandalkan pertanian dan perkebunan
Menjaga adat dan budaya Gayo
Sistem sosial masih kental dengan nilai kekeluargaan dan adat istiadat
Kesimpulan
Kampung Durin adalah kampung yang:
Sudah ada sejak lama secara adat
Berkembang dari permukiman tradisional masyarakat Gayo
Pernah menjadi bagian dari sejarah kolonial
Hingga kini tetap mempertahankan budaya dan mata pencaharian tradisional